LEARN

Procurement is more than buying.

Harga, supplier, PO, delivery, masalah, keputusan.

Mulai dari dasarnya. Lalu pelan-pelan masuk ke dunia nyata.

Already working in Procurement? Jump to Season 2 ↓


SEASON 1 · WELCOME TO PROCUREMENT

First, get the map.

Baru kenal Procurement? Baru mulai jadi Buyer?
Start here.

01 · START HERE

Kamu Masih Mengira Procurement Itu Cuma Belanja?

Ternyata bukan cuma cari barang, nego harga, lalu bikin PO.

02

Procurement, Purchasing, Sourcing… Memangnya Beda?

Mirip. Berhubungan. Tapi tidak selalu sama.

03

Hari Pertama Jadi Buyer: Sebenarnya Aku Harus Ngapain?

Semua orang bicara PR, PO, MOQ dan lead time. Kamu bahkan belum tahu buka sistemnya.

04

Supplier Itu Partner, Teman, atau Lawan?

Hubungan baik penting. Tapi supplier tetap pihak bisnis.

05

Harga Termurah Belum Tentu Pilihan Terbaik

Murah itu angka. Pilihan terbaik butuh sedikit lebih banyak pertanyaan.

06

PO Sudah Keluar. Kok Barangnya Belum Datang?

Karena PO bukan tombol auto-delivery.

07

Kenapa Buyer Selalu Dicari Kalau Ada Masalah?

Welcome to posisi di tengah.

08

“Tolong Urgent Ya.”

Kalau semuanya urgent… sebenarnya yang mana dulu?

09

Buyer yang Hebat Ternyata Bukan yang Paling Jago Nego

Negosiasi penting. Tapi itu cuma salah satu alat.

10

Jadi… Procurement Sebenarnya Mengelola Apa?

Cost. Quality. Supply. Relationship. Risk. Dan keputusan di antaranya.

At first, Procurement looks like a process.

PR → quotation → approval → PO → delivery.

Then you start working.

And the arrows stop behaving.

SEASON 2 · SURVIVING THE REAL WORLD

Because knowing the process is the easy part.

Supplier terlambat. User berubah pikiran. Kamu salah bikin PO.

Sekarang gimana?

01

Oops… Aku Salah Bikin PO

Yang menentukan bukan cuma salahnya. Tapi apa yang kamu lakukan setelah sadar.

02

“Tapi Kemarin Katanya Bisa?”

Target, asumsi, dan confirmed ternyata bukan hal yang sama.

03

Supplier Nggak Balas. Sekarang Gimana?

Follow-up bukan lomba kirim reminder.

04

User Minta A, Supplier Bilang Nggak Bisa

Jangan cuma jadi manusia forward button.

05

Ada Masalah. Kapan Harus Bilang ke Atasan?

Escalation bukan berarti menyerah.

06

Semua Orang Punya Versi Cerita yang Berbeda

Kepercayaan bukan bukti. Mulai dari apa yang bisa diverifikasi.

07

“Pokoknya Supplier Harus Bertanggung Jawab.”

Menentukan siapa yang salah belum tentu menyelesaikan masalah.

08

Ketika Kamu Harus Bilang “Nggak Bisa”

Kadang memang tidak mungkin mengatakan iya kepada semua orang.

09

Hari Ini Berantakan. Besok Jangan Terulang Lagi.

Selesaikan masalahnya. Lalu cari tahu kenapa masalah itu terus kembali.

10

Kamu Nggak Harus Punya Semua Jawaban

Kadang jawaban profesional memang: “Saya belum tahu. Saya cek dulu.”

IDE YANG SAMA. DUNIA YANG BERBEDA.

Bagaimana kalau nggak ada yang ngomongin Procurement?

Sebuah keranjang untuk Oma. Peta tanpa legend. Pak Bram dan lampu hijaunya.

Lalu ada Nao, Moa, dan berbagai masalah yang seharusnya tidak ada hubungannya dengan Procurement.

Entah kenapa, rasanya familiar.

SEGERA · SEASON 3

Learning to Think

Season 1 kasih kamu petanya.
Season 2 membawa kamu masuk ke dunia nyata.

Season 3 mulai bertanya yang lebih susah:

Gimana caranya mengambil keputusan yang lebih baik ketika jawabannya nggak jelas?

Segera.