MORE THAN BUYING

Procurement ternyata nggak sesederhana itu.

Di atas kertas, kelihatannya rapi.

PR → quotation → approval → PO → delivery.

Lalu kamu mulai kerja.

Dan ternyata, yang terjadi nggak selalu mengikuti panah.


LEARN

Kalau kamu ingin mengerti Procurement, mulai di sini.

Baru kenal Procurement? Baru mulai jadi Buyer?

Atau mungkin sudah kerja, tapi masih sering ketemu situasi yang bikin mikir:

“Sekarang gue harus ngapain?”

Learn mulai dari dasarnya.

Lalu pelan-pelan masuk ke bagian yang nggak selalu diajarin di awal.


STORIES

Atau… kita nggak usah ngomongin Procurement dulu.

Ada Nao. Ada Moa.

Ada keranjang untuk Oma, toko tua, payung merah, lampu hijau, dan berbagai masalah yang seharusnya nggak ada hubungannya dengan Procurement.

Mungkin memang nggak ada.

Maybe.


BARU DI SINI?

Nggak perlu baca semuanya.

Nggak perlu ngerti Procurement dulu.

Nggak perlu mulai dari teori.

Coba baca satu.

Kalau ternyata nyambung, lanjut satu lagi.


MORE THAN BUYING

Ini bukan textbook Procurement.

Job description bilang apa yang harus kamu kerjakan.

SOP menjelaskan bagaimana prosesnya seharusnya berjalan.

Tapi di antara keduanya, ada pekerjaan yang benar-benar terjadi.

Supplier terlambat.

User berubah pikiran.

Harga naik.

Kamu salah bikin PO.

Semua orang menunggu jawaban.

Dan kadang, kamu memang belum tahu jawabannya.

More Than Buying membahas bagian itu.

Kadang lewat Learn.

Kadang lewat Stories.

Kadang jawabannya jelas.

Kadang…

it depends.


Ternyata, nggak cuma soal beli barang.

Welcome to Procurement.