ABOUT
More Than Buying berawal dari satu hal sederhana.
Procurement ternyata nggak sesederhana kelihatannya.
Di atas kertas, prosesnya bisa terlihat rapi.
Ada kebutuhan. Cari supplier. Minta harga. Buat PO. Barang datang.
Lalu mulai kerja beneran.
Dan ternyata ada banyak hal yang nggak tertulis di flowchart.
Supplier berubah pikiran.
Harga berubah.
Barang terlambat.
User berubah kebutuhan.
Atau semua datanya sudah ada — tapi kita tetap harus memutuskan sesuatu yang jawabannya nggak jelas.
Itulah dunia yang ingin dibicarakan di More Than Buying.
Bukan textbook Procurement.
Di sini kamu tetap akan ketemu supplier, quotation, PO, delivery, negosiasi, dan hal-hal yang memang bagian dari pekerjaan Procurement.
Tapi kita juga akan ngomongin bagian yang lebih susah ditaruh di SOP.
Kapan harus bertanya lagi.
Kapan harus percaya.
Kapan harus bilang nggak.
Dan apa yang dilakukan kalau ternyata kita salah.
Bukan untuk memberikan satu jawaban yang selalu benar.
Karena sering kali memang nggak ada.
SEDIKIT TENTANG ORANG DI BELAKANGNYA
Hai, saya André.
Saya sudah cukup lama bekerja di sekitar Purchasing, tapi perjalanan saya nggak selalu di sana.
Pernah juga mampir ke warehouse dan logistics, product development, sampai after sales service.
Jadi saya sempat melihat barang yang sama dari beberapa sisi: sebelum dibeli, saat datang, saat menjadi produk, sampai ketika ternyata ada masalah setelah sampai ke customer.
Mungkin itu sebabnya saya sulit melihat Procurement sebagai sekadar urusan beli barang.
Mau bilang halo?
Kalau ada cerita, pertanyaan, atau sesuatu yang ingin kamu bagi, boleh tulis ke
Saya baca sendiri. Tidak selalu bisa menjawab cepat, tapi saya akan baca.
Kenapa More Than Buying?
Karena banyak hal di dunia kerja baru terasa masuk akal setelah kita mengalaminya sendiri.
Dan rasanya akan sedikit lebih enak kalau ada yang cerita lebih dulu.
Bukan supaya kamu nggak pernah salah.
Bukan juga supaya semua masalah jadi gampang.
Setidaknya ketika suatu hari kamu duduk di depan sebuah masalah dan berpikir—
“Lho… kok nggak kayak yang diajarin?”
kamu tahu:
Yep. Memang kadang begitu.
Ada dua cara masuk.
Kalau kamu ingin membongkar dunia Procurement sedikit demi sedikit, mulai dari Learn.
Kalau lagi nggak ingin ngomongin Procurement sama sekali, ada Stories.
Nao dan Moa sudah menunggu di sana.
Anehnya, kadang setelah ceritanya selesai, kita malah balik lagi ke pertanyaan yang sama.
Tentang orang.
Tentang pilihan.
Tentang keputusan.
Dan jawabannya?